LAHAN ANDA SAKIT? INI OBATNYA
Nunung Nurhadi
Widyaiswara Muda BBPP
Ketindan
Apakah lahan anda sakit? Apakah lahan anda tidak mengeluarkan hasil
yang optimal? Mari kita lihat apa sebab dan solusinya.
Sebelumnya
akan saya ajak anda untuk membayangkan bahwa anda mempunyai lahan seluas 1
hektar , asumsikan lahan tersebut anda tanami dengan padi. Sebagai umumnya
petani, berapa banyak pupuk yang diaplikasikan? Jawaban yang sangat umum adalah,
total jumlah pupuk urea + SP36 + KCl atau Phonska rata rata 250 kg. Dari input
yang kita berikan itu, coba kita hitung berapa banyak yang kita hasilkan dari
lahan kita yang satu hektar tadi. Yang pertama gabah, kita menghasilkan gabah
rata rata 5 ton perhektar. Yang kedua jerami, kita menghasilkan jerami +2
kali lipat dari tonase gabah yang artinya kita hasilkan juga jerami +10
ton. Total yang kita dapat 15 ton perhektar. Kemudian pertanyaanya, kita
kemanakan jerami yang kita hasilkan? Sebagian mengatakan untuk pakan ternak,
untuk budidaya jamur dan sebagainya, tetapi jawaban yang paling banyak adalah
“jerami dibakar”. Secara hitungan matematis sederhana, dari input yang kita
berikan ke lahan 250kg berupa pupuk anorganik dan hasil yang kita ambil 15 ton
berupa gabah dan jerami, didapatkan minus 14.5 ton. Sekali lagi, minus 14,5
ton yang sudah kita eksploitasi pada
lahan seluas 1 hektar dalam 1 musim tanam. Kalau hal itu dilakukan 1 tahun
dengan 3 kali musim tanam, maka kita sudah mengekploitasi sebanyak 43,5 ton
dari lahan 1 hektar. Bagaimana kalo lahan itu kita ekploitasi sejak petani
benar benar mainded dengan pupuk organik, tahun 1970an? Silahkan hitung
sendiri. Dapat kita bayangkan seberapa sakitnya tanah kita sekarang ini,
padahal secara hakiki tanah yang kita miliki sekarang ini bukan milik kita
secara mutlak tetapi titipan dari anak cucu kita. Kalau kita tidak memulai dari
sekarang untuk mengembalikan bahan organic yang dihasilkan oleh lahan kita,
dapat bagian apa anak cucu kita? Dari ilustrasi tadi dapat disimpulkan bahwa
kita terlalu banyak mengeksploitasi lahan kita tanpa memperhatikan apa yang
harus dikembalikan ke lahan, minimal seharusnya kita mengembalikan jerami agar
ekploitasi yang kita lakukan tidak berlebihan.
Untuk
mensosialisasikan penggunaan pupuk organik secara meluas memang tugas berat bagi
aparatur pertanian, pada saat sosialisasi tentang penggunaan pupuk anorganik
pada masa revolusi hijau. Sosialisasi pupuk anorganik memang awalnya agak sulit
tetapi akhirnya sangat mudah karena petani bisa melihat dampak penggunaan pupuk
anorganik hanya dalam beberapa hari saja, sehingga petani berbondong bondong
mengikuti. Ditambah lagi adanya kebijakan pemerintah dalam sosialisasi dengan
banyaknya demplot dan pemberian subsidi harga pupuk anorganik. Namun untuk
sosialisasi penggunaan pupuk organik adalah masalah yang sangat lain. Selain
dampak penggunaan pupuk ini tidak dapat dilihat dalam beberapa hari bahkan
beberapa bulan, juga sangat minimnya demplot sehubungan dengan sosialisasi
penggunaan pupuk organik ini. Memang saat ini masyarakat sudah banyak yang
tersadar pentingnya penggunaan pupuk organik, apalagi kalau komoditas yang
ditanam adalah hortikutura. Berdasarkan interview yang penulis lakukan kepada
petani yang bergerak dibidang budidaya hortikultura, didapatkan informasi bahwa
penggunaan pupuk organik sangat diperlukan dalam rangka perbaikan struktur
tanah dan daya tahan terhadap penyakit. Juga makin banyak petani tanaman pangan
yang tersadar akan pentingnya penggunaan
pupuk organik yaitu petani yang mengaplikasikan SRI (System Rice of
Intensification) dan PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu), tapi masih banyak juga
petani yang enggan dan tidak mau menggunakan pupuk organik karena berbagai
alasan.
Berikut ini
adalah pengujian tentang tanahyang menunjukkan keunggulan bahan organik. Sudah
kenalkah anda dengan SRI (System of Rice
Intensification)? Dalam metode ini disebutkan tentang pembelajaran ekologi
tanah sebagai dasar atau pangkal dari pertanyaan “Kenapa harus Bahan Organik?”.
Metode atau cara pengujian yang disodorkan sangat sederhana baik dari cara
maupun alatnya itu sendiri, cukup dari botol plastik bekas minuman mineral.
Berikut adalah beberapa item pengujian tersebut :
AERASI TANAH
Udara dan air
akan mengisi pori-pori tanah. Banyaknya pori-pori dalam tanah kurang lebih 50 %
dari volume tanah, sedangkan jumlah air dan udara dalam tanah berubah
ubah.Pori-pori tanah dapat dibedakan menjadi pori-pori kasar dan pori-pori
halus. Pori-pori kasar berisi udara atau air yang mudah hilang karena gaya
gravitasi, sedang pori-pori halus berisi air kapiler dan udara. Tanah yang
tergenang maka semua pori-porinya terisi air, sedang pada tanah lembab air
mengisi pori-pori mikro tanah dan udara mengisi pori-pori tanah yang tidak
terisi air.
Tujuan pengujian
adalah ingin melihat kandungan aliran udara dalam tanah. Kita ketahui bersama
bahwa padat kurang sekali memiliki sirkulasi udara, disisi lain tanaman
memerlukan udara dalam tanah berkaitan dengan penyerapan nutrisi oleh akar dan
metabolismenya.
Cara pengujian aerasi
tanah tersebut dapat dilakukan dengan:
a.
Sediakan beberapa macam
tanah, misalkan tanah sawah, tanah berpasir, dan tanah yang banyak mengandung
bahan organik,
b.
Lalu masukan masing
masing tanah tersebut kedalam botol bekas air kemasan.
c.
Hubungkan balon yang
berisi udara dengan mulut botol yang sudah berisi tanah masing masing, dan dalam
waktu yang bersamaan.
d.
Balon yang lebih cepat
kempes memperlihatkan bahwa tanah yang bersangkutan memiliki aerasi yang lebih
baik. Tanah yang mengandung bahan organik dan tanah berpasir menunjukan aerasi
yang baik.
Percobaan sederhana ke 2
untuk aerasi tanah dengan menggunakan paralon berlubang.
a)
Sediakan beberapa macam
tanah, misalkan tanah sawah, tanah berpasir, dan tanah yang banyak mengandung
bahan organik, sediakan pula paralon dengan diameter 0,5 dm dan panjang 30 cm
yang telah disumbat bawahnya dengan plastik dan dilubangi dengan solder pada
sisi bawahnya.
b)
Lalu masukan masing
masing tanah tersebut kedalam paralon yang telah dilubangi tadi, serta masukkan
air ¾ bagian dari botol air minum kemasan.
c)
Masukkan paralon yang
berisi macam macam tanah tadi kedalam botol yang berisi air, kemudian hubungkan
balon yang berisi udara dengan mulut paralon yang sudah berisi tanah masing
masing, dan dalam waktu yang bersamaan.
d)
Balon yang lebih cepat
kempes memperlihatkan bahwa tanah yang bersangkutan memiliki aerasi yang lebih
baik. Tanah yang mengandung bahan organik dan tanah berpasir menunjukan aerasi
yang baik.
TEKSTUR DAN
STRUKTUR TANAH
Tekstur tanah
terbangun atas komposisi bahan fisik/ partikel tanah seperti pasir, debu,
lempung. Ukuran debu, pasir dan lempung bervariasi, yaitu pasir 0.05 – 2 mm,
debu 0.05 – 0.002 mm dan liat < 0.002 mm.
Ukuran partikel
berhubungan erat dengan sirkulasi udara dan air, kemampuan serapan air/
nutrisi/ unsur hara. Jumlah lempung pada tanah akan berpengaruh pada tingkat
kesuburan tanah. Tekstur tanah akan berubah dari waktu ke waktu, tergantung
masukan atau perubahan partikel tanah. Sedangkan tekstur tanah sangat
dipengaruhi oleh pengolahan tanah yang dilakukan petani.
Struktur tanah
merupakan gumpalan kecil dari butir butir tanah, gumpalan struktur ini terjadi karena butir
butir pasir, debu dan liat terikat satu sama lain oleh suatu perekat. Gumpalan
kecil ini mempunyai bentuk, warna dan kemantapan/ ketahanan yang berbeda beda.
Tanah dikatakan tidak berstruktur apabila butir butir tanah tidak melekat satu
sama lain dan disebut lepas, misalnya tanah pasir. Tanah dikatakan memiliki
struktur tanah yang baik apabila memiliki kemampuan mengikat dan menyerap air/
nutrisi.
Pengujian tekstur
tanah bertujuan untuk mengetahui bagian bagian penyusun tanah mulai dari yang
kasar sampai yang terhalus. Secara sederhana dapat dilakukan sebagai
berikut :
a.
Sediakan bermacam tanah yang seperti tanah
sawah, tanah berpasir dan tanah yang mengandung banyak bahan organik masing
masing 250 gram.
b.
Selanjutnya tanah diaduk dalam nampan lalu
masukan dalam wadah plastik atau bekas air kemasan kemudian dikocok dengan air.
c.
Biarkan selama kurang lebih 2 jam lalu amati
bagian bagian seperti butiran butiran mulai dari yang kasar sampai yang halus,
tampak akan tersusun mulai dari bawah pasir, liat debu atau bahan organik.
Bagian bagian tersebut diukur dengan penggaris sehingga dapat diketahui berapa
banyak masing masing bagian penyusun tanah tersebut. Selain itu dari kejernihan
air yang terdapat pada masing masing wadah dapat diketahui tanah yang
kekurangan bahan organik. Air yang terdapat pada tanah sawah memperlihatkan
yang paling jernih, sedangkan tanah yang mengandung bahan organik
memperlihatkan yang terkeruh, ini menandakan bahwa tanah sawah kekurangan bahan
organik dan banyak mengandung liat.
KEMAMPUAN TANAH
MENGIKAT AIR DAN NUTRISI
Kemampuan tanah
mengikat dan menyerap air/ nutrisi adalah suatu ukuran dari jumlah air/nutrisi
yang dapat diserap dan tidak hilang. Proses penghilangan air dan nutrisi dapat
terjadi karena pengaruh penguapan atau proses pencucian. Kemampuan tanah
menahan atau mengikat dan menyerap air tergantung pada struktur tanah dan
kandungan bahan organik.
Pengujian tanah
mengikat/menyerap air atau nutrisi bertujuan untuk mengetahui jenis tanah mana
yang lebih kuat mengikat air dan nutrisi. Kita ketahui bahwa tanaman
menghendaki tumbuh pada tanah yang mengandung cukup banyak mengandung air dan
nutrisi.
Cara pengujian kemampuan
tanah mengikat nutrisi adalah sebagai berikut :
a.
Sediakan bermacam tanah
yang seperti tanah sawah, tanah berpasir dan tanah yang mengandung banyak bahan
organik masing masing 250 gram, dan sediakan pula air 3 gelas kecil atau +
150 cc
Dan dan
b.
Selanjutnya tanah
tersebut dimasukkan kedalam wadah plastik atau botol bekas air kemasan yang
telah dibagi 2 dan diberi lubang kecil kecil dibagian bawahnya agar air dapat
meresap dan menetes. Air yang menetes ditampung dalam wadah plastik.
c.
Tuangkan air yang telah
diberi larutan nutrisi dengan volume yang sama kedalam masing masing wadah yang
telah berisi tanah.
d.
Selanjutnya kita amati
waktu dan banyaknya air yang tertampung. Tampak tanah yang mengandung bahan
organik diperlukan waktu kurang lebih 30 menit dan air yang menetes kebawah
relatif sedikit. Tanah sawah agak lambat tapi setelah cukup waktu sampai 2 jam
air yang tertampung cukup banyak, sedangkan tanah yang berpasir sangat cepat
dan air yang tertampung paling banyak. Semakin sedikit air yang tertampung memperlihatkan bahwa tanah tersebut memiliki
kemampuan mengikat air dan nutrisi terhadap arus perkolasi (aliran air yang
sesuai dengan gravitasi bumi) yang lebih baik, dan hal tersebut diperlihatkan
oleh tanah yang banyak mengandung bahan organik.
Air yang dituangkan pada tanah yang
mengandung bahan organik paling sedikit yang menetes kebawah
Air yang dituangkan pada tanah sawah biasa
menetes cukup banyak
Air yang dituangkan pada tanah yang berpasir
menetes paling banyak
AIR KAPILER TANAH
Air kapiler terdapat
dalam tanah terjadi karena air ditanah diserap oleh massa tanah, tertahan oleh
lapisan kedap air, atau keadaan drainase yang kurang baik. Air kapiler terjadi
apabila gaya kohesi dan adhesi antara tanah dan air lebih kuat daripada gaya
gravitasi bumi. Air ini dapat bergerak kesamping atau keatas dengan gaya gaya
kapiler. Air kapiler yang tersedia diserap oleh tanaman.
Cara pengujian air
kapiler tanah adalah sebagai berikut :
a.
Sebagai mana pengujian
yang dilakukan sebelumnya sediakan bermacam tanah yang seperti tanah sawah,
tanah berpasir dan tanah yang mengandung banyak bahan organik masing masing 250
gram, sediakan pula air dengan volume yang sama pada piring kecil.
b.
Masukan masing masing
tanah kedalam botol bekas air kemasan yang telah diberi lubang kecil kecil
dibawahnya agar tanah dapat menyerap air. Letakan botol botol berisi tanah
tersebut pada wadah transparan yang berisi air dengan volume yang sama.
c.
Biarkan dan amati selama
2 jam dan catat berapa kecepatan air mencapai permukaan tanah. Hasilnya
menunjukan bahwa air yang tercepat mencapai permukaan tanah terjadi pada tanah berpasir. Hal ini
mengindikasikan bahwa tanah berpasir akan lebih banyak kehilangan air melalui
penguapan. Tanah sawah pada urutan kedua dan yang paling lambat adalah tanah
yang banyak mengandung bahan organik. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa
tanah yang banyak mengandung bahan organik mempunyai kemampuan yang baik dalam
hal menyimpan air terhadap penguapan.
Pada tanah sawah air hampir membasahi
sebagian besar dari volume tanah yang ada
Pada tanah yang mengandung bahan organik air
membasahi sebagian kecil dari volume tanah
Pada tanah berpasir air membasahi seluruh
volume tanah
DAYA HANTAR
LISTRIK
Daya hantar
listrik dalam budidaya tanaman berhubungan dengan perjalanan nutrisi yang
diserap tanaman karena salah satu cara tanaman menyerap unsur hara adalah dalam
bentuk ion ion positif dan negatif. Untuk menghantarkan ion ion unsur hara
tanaman dari tanah ke permukaan akar tanaman diperlukan daya hantar listrik. Tanah
yang mengandung banyak bahan organik mempunyai daya hantar listrik yang lebih
baik daripada yang tidak atau sedikit
mengandung bahan organik. Bahan organik dapat meningkatkan daya hantar listrik
karena dalam bahan organik yang terurai terkandung banyak sekali bahan yang
bersifat logam diantaranya berbagai unsur mikro seperti Fe, Mn dan sebagainya.
Dalam bahan organik tanah juga mengandung banyak mikro organisme yang merupakan
jasad hidup, kita ketahui bersama bahwa jasad hidup juga menghantarkan listrik.
Semakin banyak dan padat populasi mikroorganisme yang terdapat dalam tanah maka
semakin baik pula daya hantar listrik dalam tanah itu sendiri.
Cara menguji daya hantar
listrik adalah sebagai berikut :
a.
Sediakanlah bola lampu
100 watt, pitingan listrik, reng kayu dengan panjang 50 cm dan kabel
secukupnya.
b.
Hubungkanlah bola lampu
dengan pitingan dan kabel seperti cara biasa, kemudian salah satu elektrode
diatur sedemikian rupa hingga mudah dimasukkan dalan cairan yang akan diuji
daya hantar listriknya.
c.
Setelah alat uji
sederhana tersedia maka sediakanlah macam macam larutan seperti larutan urea,
KCl, SP 36, urine, pupuk kandang, jus buah, jus sayuran dan lain lain.
d.
Celupkanlah elektrode
yang diputus tadi dalam larutan setelah dihubungkan dengan listrik, apabila
listrik menyala terang maka larutan tersebut mempunyai daya hantar listrik yang
tinggi.
Larutan bahan
organik akan mempunyai nyala yang terang dan makin lama larutan organik itu
didiamkan maka akan semakin terang nyala lampu. Hal ini disebabkan karena
semakin banyak unsur yang bersifat logam yang terurai dan semakin padatnya
populasi mikroorganisme yang berkembang biak dalam larutan itu. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa tanah yang mengandung banyak bahan organik akan lebih cepat
penyerapan nutrisi oleh tanaman.
Bola lampu yang dihubungkan oleh larutan NPK
mempunyai nyala yang terang karena kalium mempunyai daya hantar listrik tinggi
Bola lampu yang dihubungkan larutan urea
hidup redup sampai mati karena hanya sedikit mengandung unsur mikro yang menghantarkan
listrik.
Bola lampu yang dihubungkan oleh larutan
tomat yang masih baru menyala agak terang dan apabila larutan semakin lama
didiamkan maka nyala lampu semakin terang
Bola lampu yang dihubungkan oleh larutan
pupuk kandang yang masih baru menyala agak terang dan apabila larutan semakin
lama didiamkan maka nyala lampu semakin terang
Bola lampu yang dihubungkan urine terang
Bola lampu yang dihubungkan oleh larutan
tanah berpasir yang miskin bahan organik tidak menyala
Bola lampu yang dihubungkan oleh larutan
tanah sawah yang miskin bahan organik tidak menyala
Bola lampu yang dihubungkan oleh air biasa
tidak menyala
Dari seluruh
pengujian sederhana yang telah dipaparkan tadi dapat disimpulkan bahwa tanah
mutlak memerlukan bahan organik. Karena ternyata bahan organik meminimalisir
kehilangan air dan nutrisi baik yang disebabkan oleh penguapan dan perkolasi,
memiliki daya hantar listrik yang baik sehingga tanaman mudah menyerap nutrisi,
memiliki aerasi yang baik sehingga akar menjadi sehat serta memungkinkan
kehidupan jasad renik yang mengurai bahan organik sebagai penyumbang nutrisi
tanaman.
Jadi ”Apakah lahan anda sakit?” Bahan organiklah obatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar