Senin, 23 Juli 2012


LAHAN ANDA SAKIT? INI OBATNYA
Nunung Nurhadi
Widyaiswara Muda BBPP Ketindan

Apakah lahan anda sakit? Apakah lahan anda tidak mengeluarkan hasil yang optimal? Mari kita lihat apa sebab dan solusinya.
Sebelumnya akan saya ajak anda untuk membayangkan bahwa anda mempunyai lahan seluas 1 hektar , asumsikan lahan tersebut anda tanami dengan padi. Sebagai umumnya petani, berapa banyak pupuk yang diaplikasikan? Jawaban yang sangat umum adalah, total jumlah pupuk urea + SP36 + KCl atau Phonska rata rata 250 kg. Dari input yang kita berikan itu, coba kita hitung berapa banyak yang kita hasilkan dari lahan kita yang satu hektar tadi. Yang pertama gabah, kita menghasilkan gabah rata rata 5 ton perhektar. Yang kedua jerami, kita menghasilkan jerami +2 kali lipat dari tonase gabah yang artinya kita hasilkan juga jerami +10 ton. Total yang kita dapat 15 ton perhektar. Kemudian pertanyaanya, kita kemanakan jerami yang kita hasilkan? Sebagian mengatakan untuk pakan ternak, untuk budidaya jamur dan sebagainya, tetapi jawaban yang paling banyak adalah “jerami dibakar”. Secara hitungan matematis sederhana, dari input yang kita berikan ke lahan 250kg berupa pupuk anorganik dan hasil yang kita ambil 15 ton berupa gabah dan jerami, didapatkan minus 14.5 ton. Sekali lagi, minus 14,5 ton  yang sudah kita eksploitasi pada lahan seluas 1 hektar dalam 1 musim tanam. Kalau hal itu dilakukan 1 tahun dengan 3 kali musim tanam, maka kita sudah mengekploitasi sebanyak 43,5 ton dari lahan 1 hektar. Bagaimana kalo lahan itu kita ekploitasi sejak petani benar benar mainded dengan pupuk organik, tahun 1970an? Silahkan hitung sendiri. Dapat kita bayangkan seberapa sakitnya tanah kita sekarang ini, padahal secara hakiki tanah yang kita miliki sekarang ini bukan milik kita secara mutlak tetapi titipan dari anak cucu kita. Kalau kita tidak memulai dari sekarang untuk mengembalikan bahan organic yang dihasilkan oleh lahan kita, dapat bagian apa anak cucu kita? Dari ilustrasi tadi dapat disimpulkan bahwa kita terlalu banyak mengeksploitasi lahan kita tanpa memperhatikan apa yang harus dikembalikan ke lahan, minimal seharusnya kita mengembalikan jerami agar ekploitasi yang kita lakukan tidak berlebihan.
Untuk mensosialisasikan penggunaan pupuk organik secara meluas memang tugas berat bagi aparatur pertanian, pada saat sosialisasi tentang penggunaan pupuk anorganik pada masa revolusi hijau. Sosialisasi pupuk anorganik memang awalnya agak sulit tetapi akhirnya sangat mudah karena petani bisa melihat dampak penggunaan pupuk anorganik hanya dalam beberapa hari saja, sehingga petani berbondong bondong mengikuti. Ditambah lagi adanya kebijakan pemerintah dalam sosialisasi dengan banyaknya demplot dan pemberian subsidi harga pupuk anorganik. Namun untuk sosialisasi penggunaan pupuk organik adalah masalah yang sangat lain. Selain dampak penggunaan pupuk ini tidak dapat dilihat dalam beberapa hari bahkan beberapa bulan, juga sangat minimnya demplot sehubungan dengan sosialisasi penggunaan pupuk organik ini. Memang saat ini masyarakat sudah banyak yang tersadar pentingnya penggunaan pupuk organik, apalagi kalau komoditas yang ditanam adalah hortikutura. Berdasarkan interview yang penulis lakukan kepada petani yang bergerak dibidang budidaya hortikultura, didapatkan informasi bahwa penggunaan pupuk organik sangat diperlukan dalam rangka perbaikan struktur tanah dan daya tahan terhadap penyakit. Juga makin banyak petani tanaman pangan yang  tersadar akan pentingnya penggunaan pupuk organik yaitu petani yang mengaplikasikan SRI (System Rice of Intensification) dan PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu), tapi masih banyak juga petani yang enggan dan tidak mau menggunakan pupuk organik karena berbagai alasan.
Berikut ini adalah pengujian tentang tanahyang menunjukkan keunggulan bahan organik. Sudah kenalkah anda dengan SRI (System of Rice Intensification)? Dalam metode ini disebutkan tentang pembelajaran ekologi tanah sebagai dasar atau pangkal dari pertanyaan “Kenapa harus Bahan Organik?”. Metode atau cara pengujian yang disodorkan sangat sederhana baik dari cara maupun alatnya itu sendiri, cukup dari botol plastik bekas minuman mineral. Berikut adalah beberapa item pengujian tersebut :
AERASI TANAH
Udara dan air akan mengisi pori-pori tanah. Banyaknya pori-pori dalam tanah kurang lebih 50 % dari volume tanah, sedangkan jumlah air dan udara dalam tanah berubah ubah.Pori-pori tanah dapat dibedakan menjadi pori-pori kasar dan pori-pori halus. Pori-pori kasar berisi udara atau air yang mudah hilang karena gaya gravitasi, sedang pori-pori halus berisi air kapiler dan udara. Tanah yang tergenang maka semua pori-porinya terisi air, sedang pada tanah lembab air mengisi pori-pori mikro tanah dan udara mengisi pori-pori tanah yang tidak terisi air.
Tujuan pengujian adalah ingin melihat kandungan aliran udara dalam tanah. Kita ketahui bersama bahwa padat kurang sekali memiliki sirkulasi udara, disisi lain tanaman memerlukan udara dalam tanah berkaitan dengan penyerapan nutrisi oleh akar dan metabolismenya.
Cara pengujian aerasi tanah tersebut dapat dilakukan dengan:
a.       Sediakan beberapa macam tanah, misalkan tanah sawah, tanah berpasir, dan tanah yang banyak mengandung bahan organik,
b.      Lalu masukan masing masing tanah tersebut kedalam botol bekas air kemasan.

c.       Hubungkan balon yang berisi udara dengan mulut botol yang sudah berisi tanah masing masing, dan dalam waktu yang bersamaan.
d.      Balon yang lebih cepat kempes memperlihatkan bahwa tanah yang bersangkutan memiliki aerasi yang lebih baik. Tanah yang mengandung bahan organik dan tanah berpasir menunjukan aerasi yang baik.


Percobaan sederhana ke 2 untuk aerasi tanah dengan menggunakan paralon berlubang.
a)      Sediakan beberapa macam tanah, misalkan tanah sawah, tanah berpasir, dan tanah yang banyak mengandung bahan organik, sediakan pula paralon dengan diameter 0,5 dm dan panjang 30 cm yang telah disumbat bawahnya dengan plastik dan dilubangi dengan solder pada sisi bawahnya.
b)      Lalu masukan masing masing tanah tersebut kedalam paralon yang telah dilubangi tadi, serta masukkan air ¾ bagian dari botol air minum kemasan.
c)       Masukkan paralon yang berisi macam macam tanah tadi kedalam botol yang berisi air, kemudian hubungkan balon yang berisi udara dengan mulut paralon yang sudah berisi tanah masing masing, dan dalam waktu yang bersamaan.
d)      Balon yang lebih cepat kempes memperlihatkan bahwa tanah yang bersangkutan memiliki aerasi yang lebih baik. Tanah yang mengandung bahan organik dan tanah berpasir menunjukan aerasi yang baik.






TEKSTUR DAN STRUKTUR TANAH

Tekstur tanah terbangun atas komposisi bahan fisik/ partikel tanah seperti pasir, debu, lempung. Ukuran debu, pasir dan lempung bervariasi, yaitu pasir 0.05 – 2 mm, debu 0.05 – 0.002 mm dan liat < 0.002 mm.
Ukuran partikel berhubungan erat dengan sirkulasi udara dan air, kemampuan serapan air/ nutrisi/ unsur hara. Jumlah lempung pada tanah akan berpengaruh pada tingkat kesuburan tanah. Tekstur tanah akan berubah dari waktu ke waktu, tergantung masukan atau perubahan partikel tanah. Sedangkan tekstur tanah sangat dipengaruhi oleh pengolahan tanah yang dilakukan petani.
Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir butir tanah,  gumpalan struktur ini terjadi karena butir butir pasir, debu dan liat terikat satu sama lain oleh suatu perekat. Gumpalan kecil ini mempunyai bentuk, warna dan kemantapan/ ketahanan yang berbeda beda. Tanah dikatakan tidak berstruktur apabila butir butir tanah tidak melekat satu sama lain dan disebut lepas, misalnya tanah pasir. Tanah dikatakan memiliki struktur tanah yang baik apabila memiliki kemampuan mengikat dan menyerap air/ nutrisi.
Pengujian tekstur tanah bertujuan untuk mengetahui bagian bagian penyusun tanah mulai dari yang kasar sampai yang terhalus. Secara sederhana dapat dilakukan sebagai berikut :
a.       Sediakan bermacam tanah yang seperti tanah sawah, tanah berpasir dan tanah yang mengandung banyak bahan organik masing masing 250 gram.
b.      Selanjutnya tanah diaduk dalam nampan lalu masukan dalam wadah plastik atau bekas air kemasan kemudian dikocok dengan air.
c.       Biarkan selama kurang lebih 2 jam lalu amati bagian bagian seperti butiran butiran mulai dari yang kasar sampai yang halus, tampak akan tersusun mulai dari bawah pasir, liat debu atau bahan organik. Bagian bagian tersebut diukur dengan penggaris sehingga dapat diketahui berapa banyak masing masing bagian penyusun tanah tersebut. Selain itu dari kejernihan air yang terdapat pada masing masing wadah dapat diketahui tanah yang kekurangan bahan organik. Air yang terdapat pada tanah sawah memperlihatkan yang paling jernih, sedangkan tanah yang mengandung bahan organik memperlihatkan yang terkeruh, ini menandakan bahwa tanah sawah kekurangan bahan organik dan banyak mengandung liat.

KEMAMPUAN TANAH MENGIKAT AIR DAN NUTRISI

Kemampuan tanah mengikat dan menyerap air/ nutrisi adalah suatu ukuran dari jumlah air/nutrisi yang dapat diserap dan tidak hilang. Proses penghilangan air dan nutrisi dapat terjadi karena pengaruh penguapan atau proses pencucian. Kemampuan tanah menahan atau mengikat dan menyerap air tergantung pada struktur tanah dan kandungan bahan organik.
Pengujian tanah mengikat/menyerap air atau nutrisi bertujuan untuk mengetahui jenis tanah mana yang lebih kuat mengikat air dan nutrisi. Kita ketahui bahwa tanaman menghendaki tumbuh pada tanah yang mengandung cukup banyak mengandung air dan nutrisi.
Cara pengujian kemampuan tanah mengikat nutrisi adalah sebagai berikut :
a.       Sediakan bermacam tanah yang seperti tanah sawah, tanah berpasir dan tanah yang mengandung banyak bahan organik masing masing 250 gram, dan sediakan pula air 3 gelas kecil atau + 150 cc
Dan dan
b.      Selanjutnya tanah tersebut dimasukkan kedalam wadah plastik atau botol bekas air kemasan yang telah dibagi 2 dan diberi lubang kecil kecil dibagian bawahnya agar air dapat meresap dan menetes. Air yang menetes ditampung dalam wadah plastik.
c.       Tuangkan air yang telah diberi larutan nutrisi dengan volume yang sama kedalam masing masing wadah yang telah berisi tanah.
d.      Selanjutnya kita amati waktu dan banyaknya air yang tertampung. Tampak tanah yang mengandung bahan organik diperlukan waktu kurang lebih 30 menit dan air yang menetes kebawah relatif sedikit. Tanah sawah agak lambat tapi setelah cukup waktu sampai 2 jam air yang tertampung cukup banyak, sedangkan tanah yang berpasir sangat cepat dan air yang tertampung paling banyak. Semakin sedikit air yang tertampung  memperlihatkan bahwa tanah tersebut memiliki kemampuan mengikat air dan nutrisi terhadap arus perkolasi (aliran air yang sesuai dengan gravitasi bumi) yang lebih baik, dan hal tersebut diperlihatkan oleh tanah yang banyak mengandung bahan organik.
Air yang dituangkan pada tanah yang mengandung bahan organik paling sedikit yang menetes kebawah
Air yang dituangkan pada tanah sawah biasa menetes cukup banyak

Air yang dituangkan pada tanah yang berpasir menetes paling banyak

 AIR KAPILER TANAH

Air kapiler terdapat dalam tanah terjadi karena air ditanah diserap oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau keadaan drainase yang kurang baik. Air kapiler terjadi apabila gaya kohesi dan adhesi antara tanah dan air lebih kuat daripada gaya gravitasi bumi. Air ini dapat bergerak kesamping atau keatas dengan gaya gaya kapiler. Air kapiler yang tersedia diserap oleh tanaman.
Cara pengujian air kapiler tanah adalah sebagai berikut :
a.       Sebagai mana pengujian yang dilakukan sebelumnya sediakan bermacam tanah yang seperti tanah sawah, tanah berpasir dan tanah yang mengandung banyak bahan organik masing masing 250 gram, sediakan pula air dengan volume yang sama pada piring kecil.

b.      Masukan masing masing tanah kedalam botol bekas air kemasan yang telah diberi lubang kecil kecil dibawahnya agar tanah dapat menyerap air. Letakan botol botol berisi tanah tersebut pada wadah transparan yang berisi air dengan volume yang sama.
c.       Biarkan dan amati selama 2 jam dan catat berapa kecepatan air mencapai permukaan tanah. Hasilnya menunjukan bahwa air yang tercepat mencapai permukaan tanah  terjadi pada tanah berpasir. Hal ini mengindikasikan bahwa tanah berpasir akan lebih banyak kehilangan air melalui penguapan. Tanah sawah pada urutan kedua dan yang paling lambat adalah tanah yang banyak mengandung bahan organik. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa tanah yang banyak mengandung bahan organik mempunyai kemampuan yang baik dalam hal menyimpan air terhadap penguapan.
Pada tanah sawah air hampir membasahi sebagian besar dari volume tanah yang ada

Pada tanah yang mengandung bahan organik air membasahi sebagian kecil dari volume tanah
Pada tanah berpasir air membasahi seluruh volume tanah

DAYA HANTAR LISTRIK

Daya hantar listrik dalam budidaya tanaman berhubungan dengan perjalanan nutrisi yang diserap tanaman karena salah satu cara tanaman menyerap unsur hara adalah dalam bentuk ion ion positif dan negatif. Untuk menghantarkan ion ion unsur hara tanaman dari tanah ke permukaan akar tanaman diperlukan daya hantar listrik. Tanah yang mengandung banyak bahan organik mempunyai daya hantar listrik yang lebih baik daripada yang tidak  atau sedikit mengandung bahan organik. Bahan organik dapat meningkatkan daya hantar listrik karena dalam bahan organik yang terurai terkandung banyak sekali bahan yang bersifat logam diantaranya berbagai unsur mikro seperti Fe, Mn dan sebagainya. Dalam bahan organik tanah juga mengandung banyak mikro organisme yang merupakan jasad hidup, kita ketahui bersama bahwa jasad hidup juga menghantarkan listrik. Semakin banyak dan padat populasi mikroorganisme yang terdapat dalam tanah maka semakin baik pula daya hantar listrik dalam tanah itu sendiri.
Cara menguji daya hantar listrik adalah sebagai berikut :
a.       Sediakanlah bola lampu 100 watt, pitingan listrik, reng kayu dengan panjang 50 cm dan kabel secukupnya.
b.      Hubungkanlah bola lampu dengan pitingan dan kabel seperti cara biasa, kemudian salah satu elektrode diatur sedemikian rupa hingga mudah dimasukkan dalan cairan yang akan diuji daya hantar listriknya.
c.       Setelah alat uji sederhana tersedia maka sediakanlah macam macam larutan seperti larutan urea, KCl, SP 36, urine, pupuk kandang, jus buah, jus sayuran dan lain lain.
d.      Celupkanlah elektrode yang diputus tadi dalam larutan setelah dihubungkan dengan listrik, apabila listrik menyala terang maka larutan tersebut mempunyai daya hantar listrik yang tinggi.
Larutan bahan organik akan mempunyai nyala yang terang dan makin lama larutan organik itu didiamkan maka akan semakin terang nyala lampu. Hal ini disebabkan karena semakin banyak unsur yang bersifat logam yang terurai dan semakin padatnya populasi mikroorganisme yang berkembang biak dalam larutan itu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanah yang mengandung banyak bahan organik akan lebih cepat penyerapan nutrisi oleh tanaman.

Bola lampu yang dihubungkan oleh larutan NPK mempunyai nyala yang terang karena kalium mempunyai daya hantar listrik tinggi

Bola lampu yang dihubungkan larutan urea hidup redup sampai mati karena hanya sedikit mengandung unsur mikro yang menghantarkan listrik.


Bola lampu yang dihubungkan oleh larutan tomat yang masih baru menyala agak terang dan apabila larutan semakin lama didiamkan maka nyala lampu semakin terang

Bola lampu yang dihubungkan oleh larutan pupuk kandang yang masih baru menyala agak terang dan apabila larutan semakin lama didiamkan maka nyala lampu semakin terang

Bola lampu yang dihubungkan urine terang

Bola lampu yang dihubungkan oleh larutan tanah berpasir yang miskin bahan organik tidak menyala

Bola lampu yang dihubungkan oleh larutan tanah sawah yang miskin bahan organik tidak menyala

Bola lampu yang dihubungkan oleh air biasa tidak menyala

Dari seluruh pengujian sederhana yang telah dipaparkan tadi dapat disimpulkan bahwa tanah mutlak memerlukan bahan organik. Karena ternyata bahan organik meminimalisir kehilangan air dan nutrisi baik yang disebabkan oleh penguapan dan perkolasi, memiliki daya hantar listrik yang baik sehingga tanaman mudah menyerap nutrisi, memiliki aerasi yang baik sehingga akar menjadi sehat serta memungkinkan kehidupan jasad renik yang mengurai bahan organik sebagai penyumbang nutrisi tanaman.
Jadi ”Apakah lahan anda sakit?” Bahan organiklah obatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar